Serangan Emosional (Emotional Attack)

Yang menjadi latar belakang saat menulis blog ini adalah karena pengalaman pribadi dan setelah melakukan sedikit kontemplasi, mulai mencoba menganalisa serangan emosional yang sungguh fenomenal di dalam hidupku. Selama hidup selama 25 tahun, saya telah mengalami serangan emosional ini minimal 2 kali, yang pertama adalah ketika berumur sekitar 11-12 tahun dan yang kedua adalah sekarang (tahun 2008).

Saya masih sangat ingat bagaimana ketika serangan emosional ini menyerang pertama kali, saya tidak bisa berkonsentrasi karena perasaan diliputi kecemasan yang luar biasa, perasaan menjadi super pesimis. Pernah ketika pergi karaoke bersama keluarga yang seharusnya menjadi saat yang menyenangkan saya habiskan hanya dengan paranoid terhadap bocornya ban mobil yang akan menyebabkan kami sekeluarga tidak bisa pulang. Mungkin keluarga saya sedikit menyadari akan peristiwa ini, namun tidak begitu dipedulikan. Perasaan menjadi orang yang sangat bodoh dan tidak mampu menangkap ilmu apapun.

Saya menyebutnya depresi tanpa sebab. Saya juga pernah depresi dan minder saat masih kuliah dikarenakan nilai-nilai yang jelek, namun beda kasusnya dan hal ini tidak berdampak terlalu buruk.

Saat ini, saya merasa kembali mengalaminya. Saya bingung mengapa hal ini bisa terjadi, padahal sekarang saya merasa cukup sukses di pekerjaan, suasana pekerjaan juga menyenangkan, teman-teman yang seusia cukup banyak, dengan atasan juga tidak ada masalah, bahkan saya berani mengklaim bahwa saya leading dibanding teman lainnya.

Pada saat saya menulis ini, serangan emosional yang saya rasakan belum terlalu berat, saya masih bisa tersenyum dan bercanda walaupun agak berat. Saya merasa harus mengatasi masalah serangan emosional ini sebelum menjadi lebih parah.

Mungkin karena saya menjadi kurang bersosialisasi, atau karena kurang berekspresi, atau juga membutuhkan rekreasi untuk menghilangkan kepenatan.

Tulisan ini mungkin lebih tepat disebut curhat, tapi saya juga mencoba untuk mengindikasikan fenomena yang secara periodik saya alami agar dapat menghadapinya bila suatu saat nanti terjadi lagi.

Leave a Reply